Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Mei 2011

BEBERAPA VARIETAS TANAMAN JARAK KEPYAR

Tanaman jarak kepyar termasuk kedalam golongan tanaman semusim dimana pada umur 4 bulan sudah dapat dipanen. Dalam bahasa Latin tanaman jarak disebut Ricinus yang artinya serangga, karena bentuk bijinya berbintik-bintik menyerupai serangga. Jarak (Ricinus communis L) berasal dari Afrika (Ethiopia), masuk ke Indonesia pada abad ke 16 bersamaan dengan masuknya bangsa Portugis. Di Indonesia tanaman ini dijumpai diberbagai tempat, baik sebagai tumbuhan liar maupun sebagai tanaman yang telah di budidayakan.

Pada saat ini sudah ada 3 varietas jarak kepyar yang sudah dilepas berdasarkan SK Menteri Pertanian yaitu, 1)Asembagus 22 (Asb 22), 2) Asembagus 60 (Asb 60), 3) Asembagus 81 (Asb 81)

Adapun deskripsi dari masing-masing varietas adalah sebagai berikut :

Varietas Asembagus 22
Spesies : Ricinus communis L.
Umur mulai berbunga : 40 – 48 hari
Umur panen I : 100 hari
Warna batang : kemerahan
Warna daun : hijau
Lapisan lilin : tebal
Warna biji : coklat dengan bintik kekuningan
Berat 100 biji : 40 gram
Potensi produksi : 3.000 kg/ha
Kadar minyak : 56 %
Proses pembijian : mudah
Ketahanan : Agak tahan terhadap Achaea janata (hama penggerek daun dan pucuk)

Varietas Asembagus 60
Spesies : Ricinus communis L.
Umur mulai berbunga : 50 – 57 hari
Umur panen I : 105 hari
Warna batang : hijau
Warna daun : hijau
Lapisan lilin : tebal
Warna biji : coklat dengan bintik keputihanan
Berat 100 biji : 36 gram
Potensi produksi : 2.600 kg/ha
Kadar minyak : 50 %
Proses pembijian : agak sulit
Ketahanan : Agak tahan terhadap Achaea janata (hama penggerek daun dan pucuk)

Varietas Asembagus 81
Spesies : Ricinus communis L.
Umur mulai berbunga : 55 – 65 hari
Umur panen I : 105 hari
Warna batang : Hijau
Warna daun : hijau
Lapisan lilin : tebal
Warna biji : blirik coklat tua
Berat 100 biji : 34 gram
Potensi produksi : 2.500 kg/ha
Kadar minyak : 53,5 %
Proses pembijian : mudah
Ketahanan : Agak tahan terhadap Achaea janata (hama penggerek daun dan pucuk)

(FK-PBT)

Senin, 25 April 2011

Sejarah Suku Simalungun

Terdapat berbagai sumber mengenai asal usul Suku Simalungun, tetapi sebagian besar menceritakan bahwa nenek moyang Suku Simalungun berasal dari luar Indonesia.
Kedatangan ini terbagi dalam 2 gelombang :

1. Gelombang pertama (Proto Simalungun), diperkirakan datang dari Nagore (India Selatan) dan pegunungan Assam (India Timur) di sekitar abad ke-5, menyusuri Myanmar, ke Siam dan Malaka untuk selanjutnya menyeberang ke Sumatera Timur dan mendirikan kerajaan Nagur dari Raja dinasti Damanik.

2. Gelombang kedua (Deutero Simalungun), datang dari suku-suku di sekitar Simalungun yang bertetangga dengan suku asli Simalungun.
Pada gelombang Proto Simalungun di atas, Tuan Taralamsyah Saragih menceritakan bahwa rombongan yang terdiri dari keturunan dari 4 Raja-raja besar dari Siam dan India ini bergerak dari Sumatera Timur ke daerah Aceh, Langkat, daerah Bangun Purba, hingga ke Bandar Kalifah sampai Batubara.
Kemudian mereka didesak oleh suku setempat hingga bergerak ke daerah pinggiran danau Toba dan Samosir.
Terbentuknya Simalungun
Pada kerajaan Nagur di atas, terdapat beberapa panglima (Raja Goraha) yaitu masing-masing bermarga:
• Saragih
• Sinaga
• Purba
Kemudian mereka dijadikan menantu oleh Raja Nagur dan selanjutnya mendirikan kerajaan-kerajaan:
• Silou (Purba Tambak)
• Tanoh Djawa (Sinaga)
• Raya (Saragih)

Selama abad ke-13 hingga ke-15, kerajaan-kerajaan kecil ini mendapatkan serangan dari kerajaan-kerajaan lain seperti Singhasari, Majapahit, Rajendra Chola (India) dan dari Sultan Aceh, Sultan-sultan Melayu hingga Belanda.
Selama periode ini, tersebutlah cerita “Hattu ni Sapar” yang melukiskan kengerian keadaan saat itu di mana kekacauan diikuti oleh merajalelanya penyakit kolera hingga mereka menyeberangi “Laut Tawar” (sebutan untuk Danau Toba) untuk mengungsi ke pulau yang dinamakan Samosir yang merupakan kependekan dari Sahali Misir (bahasa Simalungun, artinya sekali pergi).

Saat pengungsi ini kembali ke tanah asalnya (huta hasusuran), mereka menemukan daerah Nagur yang sepi, sehingga dinamakanlah daerah kekuasaan kerajaan Nagur itu sebagai Sima-sima ni Lungun, bahasa Simalungun untuk daerah yang sepi, dan lama kelamaan menjadi Simalungun. (M.D Purba, 1997)

Kehidupan masyarakat Simalungun
Sistem mata pencaharian orang Simalungun yaitu bercocok tanam dengan jagung, karena padi adalah makanan pokok sehari-hari dan jagung adalah makanan tambahan jika hasil padi tidak mencukupi. Jual-beli diadakan dengan barter, bahasa yang dipakai adalah bahasa dialek. “Marga” memegang peranan penting dalam soal adat Simalungun. Jika dibandingkan dengan keadaan Simalungun dengan suku Batak yang lainnya sudah jauh berbeda. Di Tapanuli sudah berdiri sekolah-sekolah, rumah sakit, dan sekolah-sekolah keterampilan lainnya sehingga sistem kehidupan Tapanuli lebih maju.
Kepercayaan

Patung Sang Budha menunggang Gajah koleksi Museum Simalungun, yang menunjukkan pengaruh ajaran Budha pada Masyarakat Simalungun.
Sebelum masuknya Misionaris Agama Kristen dari RMG pada tahun 1903, penduduk Simalungun bagian timur pada umumnya sudah banyak menganut agama Islam sedangkan Simalungun Barat menganut animisme. Ajaran Hindu dan Budha juga pernah mempengaruhi kehidupan di Simalungun, hal ini terbukti dengan peninggalan berbagai patung dan arca yang ditemukan di beberapa tempat di Simalungun yang menggambarkan makna Trimurti (Hindu) dan Sang Budha yang menunggangi Gajah (Budha).

Bila diselidiki lebih dalam suku Simalungun memiliki berbagai kepercayaan yang berhubungan dengan pemakaian mantera-mantera dari “Datu” (dukun) disertai persembahan kepada roh-roh nenek moyang yang selalu didahului panggilan kepada Tiga Dewa, yaitu Dewa di atas (dilambangkan dengan warna Putih), Dewa di tengah (dilambangkan dengan warna Merah), dan Dewa di bawah (dilambangkan dengan warna Hitam). 3 warna yang mewakili Dewa-Dewa tersebut (Putih, Merah dan Hitam) mendominasi berbagai ornamen suku Simalungun dari pakaian sampai hiasan rumahnya.
Sistem pemerintahan di Simalungun dipimpin oleh seorang Raja, sebelum pemberitaan Injil masuk Tuan Rajalah yang sangat berpengaruh. Orang Simalungun menganggap bahwa anak Raja itulah Tuhan dan Raja itu sendiri adalah Allah yang kelihatan.

Marga-Marga
Harungguan Bolon
Terdapat empat marga asli suku Simalungun yang populer dengan akronim SISADAPUR, yaitu:
• Sinaga
• Saragih
• Damanik
• Purba
Keempat marga ini merupakan hasil dari “Harungguan Bolon” (permusyawaratan besar) antara 4 raja besar untuk tidak saling menyerang dan tidak saling bermusuhan (marsiurupan bani hasunsahan na legan, rup mangimbang munssuh).

Keempat raja itu adalah:
1. Raja Nagur bermarga Damanik
Damanik berarti Simada Manik (pemilik manik), dalam bahasa Simalungun, Manik berarti Tonduy, Sumangat, Tunggung, Halanigan (bersemangat, berkharisma, agung/terhormat, paling cerdas).
Raja ini berasal dari kaum bangsawan India Selatan dari Kerajaan Nagore. Pada abad ke-12, keturunan raja Nagur ini mendapat serangan dari Raja Rajendra Chola dari India, yang mengakibatkan terusirnya mereka dari Pamatang Nagur di daerah Pulau Pandan hingga terbagi menjadi 3 bagian sesuai dengan jumlah puteranya:
• Marah Silau (yang menurunkan Raja Manik Hasian, Raja Jumorlang, Raja Sipolha, Raja Siantar, Tuan Raja Sidamanik dan Tuan Raja Bandar)
• Soro Tilu (yang menurunkan marga raja Nagur di sekitar gunung Simbolon: Damanik Nagur, Bayu, Hajangan, Rih, Malayu, Rappogos, Usang, Rih, Simaringga, Sarasan, Sola)
• Timo Raya (yang menurunkan raja Bornou, Raja Ula dan keturunannya Damanik Tomok)
Selain itu datang marga keturunan Silau Raja, Ambarita Raja, Gurning Raja, Malau Raja, Limbong, Manik Raja yang berasal dari Pulau Samosir dan mengaku Damanik di Simalungun.

2. Raja Banua Sobou bermarga Saragih
Saragih dalam bahasa Simalungun berarti Simada Ragih, yang mana Ragih berarti atur, susun, tata, sehingga simada ragih berarti Pemilik aturan atau pengatur, penyusun atau pemegang undang-undang.
Keturunannya adalah:
• Saragih Garingging yang pernah merantau ke Ajinembah dan kembali ke Raya.
• Saragih Sumbayak keturunan Tuan Raya Tongah, Pamajuhi, dan Bona ni Gonrang.
Saragih Garingging kemudian pecah menjadi 2, yaitu:
• Dasalak, menjadi raja di Padang Badagei
• Dajawak, merantau ke Rakutbesi dan Tanah Karo dan menjadi marga Ginting Jawak.
Walaupun jelas terlihat bahwa hanya ada 2 keturunan Raja Banua Sobou, pada zaman Tuan Rondahaim terdapat beberapa marga yang mengaku dirinya sebagai bagian dari Saragih (berafiliasi), yaitu: Turnip, Sidauruk, Simarmata, Sitanggang, Munthe, Sijabat, Sidabalok, Sidabukke, Simanihuruk.
Ada satu lagi marga yang mengaku sebagai bagian dari Saragih yaitu Pardalan Tapian, marga ini berasal dari daerah Samosir.

Selasa, 19 April 2011

TEHNIK BUDIDAYA TANAMAN JARAK




Karakteristik inovasi teknologi
          Varietas unggul jarak kepyar yang sudah dilepas adalah Asb 22, Asb 60 dan Asb 81. Ketiga varietas tersebut sesuai untuk daerah kering beriklim kering, masing-masing memiliki potensi produksi 2.500 – 3.200 kg/ha. Tanaman jarak kepyar tumbuh baik pada tanah ringan, yakni lempung berpasir, cukup mengandung bahan organik dan mempunyai drainase serta aerasi baik dengan pH 5 – 6,5. 

Tanaman jarak kepyar tidak tahan genangan air walaupun hanya beberapa hari, selain itu juga tidak tahan pada tanah berkadar garam tinggi. Tanaman ini toleran terhadap kondisi kering sehingga tanaman ini tersebar pada areal bercurah hujan rendah yaitu 300 – 700 mm/tahun. Tanaman ini dapat tumbuh baik pada lahan dengan ketinggian 5 – 450 m d.p.l. Pada saat ini sudah ada 3 varietas jarak kepyar yang sudah dilepas berdasarkan SK Menteri Pertanian yaitu, 1)Asembagus 22 (Asb 22), 2) Asembagus 60 (Asb 60), 3) Asembagus 81 (Asb 81)

Keunggulan/nilai tambah inovasi:
           Jarak kepyar sesuai dikembangkan di daerah beriklim kering. Keunggulan tanaman jarak antara lain mampu menghasilkan biji pada musim kemarau, ketika tanaman lain tidak mampu tumbuh, serta adaptif ditumpangsarikan dengan tanaman lain misalnya wijen, kacang hijau ataupun jagung.
Cara penggunaan inovasi , Pengolahan tanah
Lahan yang akan digunakan untuk penanaman jarak kepyar dibersihkan dari sisa tanaman lama atau gulma. Dalam kondisi basah tanah diolah dengan bajak 2-3 kali secara membujur dan menyilang petakan, kemudian diratakan dan dibuatkan saluran drainase secukupnya. Selanjutnya dilakukan pemasangan air jarak tanam antar barisan sesuai jarak tanam yang digunakan.
Tanam dan Sistem tanam
Waktu tanam dilakukan pada awal musim penghujan agar pada saat memasuki musim kemarau tanaman sudah memiliki ketahanan yang cukup terhadap cekaman kekeringan. Pola tanam yang dianjurkan adalah pola tumpangsari dengan wijen, jagung, kacang tanah maupun kedelai. Jarak tanam jarak kepyar untuk pola tumbangsari adalah 3 - 6 m antar barisan dan 2 m dalam barisan. Pada antar barisan dapat diisi tanaman tumpangsari dengan jarak tanam sesuai masing-masing komoditas. Tanam dilakukan menggunakan tali pelurus yang sudah diberi tanda jarak tanam dalam barisan, benih jarak kepyar ditanam secara ditugal dengan kedalaman 3 cm, tiap lubang diisi 2 – 3 butir. Kebutuhan benih untuk 1 ha berkisar antara 2 – 3 kg.
Pemeliharaan tanaman
Penyulaman dilakukan 10 hari setelah tanam, sedangkan penjarangan dilakukan secara bertahap, pada umur 2 minggu, disisakan 2 tanaman per lubang kemudian pada umur 3 minggu disisakan 1 tanaman terbaik per-lubang. Penyiangan pertama dilakukan setelah tanaman berumur 4 minggu, penyiangan berikutnya pada umur 6-8 minggu tergantung kondisi gulma di lapangan. Setelah selesai penyiangan kedua dilakukan pembumbunan.

Pemupukan
Pemupukan pada jarak kepyar mutlak diperlukan agar produktivitas dan mutu benih dapat maksimal. Jenis dan dosis pupuk yang diberikan sangat tergantung dari tingkat kesuburan tanah, untuk kondisi umum dosis pupuk per ha adalah: 40 – 60 kg N, 20 - 45 kg P2O5 , 15 – 30 kg K2O. Pemupukan dilakukan 2 kali: pemupukan I pada saat tanam atau 2 minggu setelah tanam dengan seluruh dosis P2O5 + K2O + 1/3 dosis N. Pemupukan II pada umur 8 – 9 minggu setelah tanam dengan 2/3 dosis N.
Pengairan
Pengairan diperlukan apabila terjadi kekeringan terutama pada saat tanaman memasuki fase pembuahan.
Panen dan Prosesing Benih
Saat panen yang tepat dilakukan apabila buah sudah mulai mengering. Panen yang dilakukan terlalu awal akan menurunkan kuantitas dan mutu hasil, sebaliknya apabila terlambat berakibat hilangnya produksi karena buah pecah sebelum dipanen. Tingkat kemasakan buah dalam satu malai (tros) tidak bersamaan sehingga sebaiknya panen dilakukan apabila 75% buah dalam tros sudah mengering. Pemanenan dilakukan menggukanan pisau yang tajam untuk memotong tangkai malai dibawah kedudukan buah. Malai buah yang telah dipetik langsung dijemur. Pada saat penjemuran buah dapat pecah dengan sendirinya, buah yang tidak pecah dapat dipukul pelan-pelan sehingga kulit biji tidak pecah, atau dikupas menggunakan alat pemecah buah jarak. Biji dipisahkan dari kulit dan kotoran lain dengan ditampi, selanjutnya dijemur hingga kadar air mencapai 7 – 9 %. Sebelum dipasarkan biji dikemas dalam karung dan disimpan di tempat kering.

Alat pengupas buah jarak sederhana. Untuk memutar roda pengupasnya menggunakan tenaga manusia dengan cara dikayuh seperti sepeda. Kapasitas kerja mesin mencapai 200 kg buah kering/jam, dengan persentase rusak kurang dari 1%.

Jumat, 25 Februari 2011

8 Langkah Ajaib Mencapai Impian


 "Gantungkan Cita-Citamu Setinggi Langit”, kata orang tua kita dahulu. Untuk memiliki hidup yang sukses, memang seseorang harus memiliki cita-cita atau impian terlebih dahulu. Karena impian adalah arah yang akan kita tempuh dalam perjalanan hidup kita. Tanpa impian, perjalanan hidup kita menjadi tak terarah. Sehingga segala tindakan yg kita lakukan dalam hidup menjadi tidak efektif dan efisien. Ibarat kapal yg berlayar tanpa tujuan akan berputar-putar di perairan yang sama, tidak jauh beranjak dari tempatnya semula walaupun sudah menempuh perjalanan panjang.
Perjalanan hidup seperti kapal tadi adalah perjalanan hidup yang bergantung pada nasib, tergantung ke mana arah angin bertiup. Ini memang perjalanan hidup kebanyakan orang di dunia. Banyak sumber mengatakan hampir 90% orang di dunia tidak dapat mencapai impiannya, sehingga impian hanya menjadi khayalan semata. (Bukan karena setinggi langit ? ) Tidak heran kalau hanya sedikit sekali orang yang bisa sukses, karena kebanyakan orang hidupnya memang pasrah pada nasib atau hanya dikendalikan orang lain. Tetapi, coba anda renungkan, “Apakah anda Benar-Benar Rela kalau hidup anda yang hanya 1 kali saja di dunia ini hanya dikendalikan oleh nasib atau dikendalikan
orang lain ?”
Kalau jawabannya “TIDAK”, mulai sekarang tentukanlah impian anda sendiri dan jadilah nakhoda kapal kehidupan anda sendiri. Arahkan kehidupan anda untuk mencapai berbagai impian anda (dilangit manapun anda menggantungnya) dan nikmatilah kehidupan sukses anda. Mungkin impian seseorang adalah menjadi orang terkenal, memiliki uang banyak, rumah bagus, mobil bagus, liburan ke luar negeri, sekolah setinggi mungkin, dll. Apapun impian anda, yang penting adalah anda harus tahu bagaimana langkah praktis untuk meraih impian anda secara efisien dan efektif . Ada 8 langkah langkah praktis yang ajaib untuk mewujudkan impian kita :

1. Berani membuat impian/cita-cita
Banyak orang merasa “minder” untuk membuat impian yang besar karena merasa dirinya memiliki berbagai keterbatasan dibandingkan orang lain. Misalnya karena pendidikan rendah, miskin, tidak pandai, lingkungan buruk, dll. Napoleon Hill berkata bahwa “Apa yang anda pikirkan dan percaya, pasti akan anda dapatkan”. Kalau anda pikir bahwa anda BISA maka anda pasti BISA, sekacau apapun kondisi anda saat ini. Jadi buatlah impian anda semenarik mungkin sehingga anda tergerak untuk mewujudkannya. Dan yakinlah bahwa Tuhan mengasihi anda sebagai umatnya dan akan memerintahkan segenap alam semesta akan membantu anda mewujudkan impian anda.
Tips : Kalau anda masih tidak berani membuat impian anda, cobalah dengan membaca buku atau artikel motivasi atau kisah sukses, mendengarkan kaset motivasi, mengikuti seminar dari para motivator, dan berteman dengan orang-2 yang berpikir positif.

2. Tentukan impian anda dengan jelas (tuliskan/visualisasikan)
Tuliskan impian anda sejelas-jelasnya di kertas dan bayangkan hal itu terjadi pada diri anda. Bayangkan bagaimana nikmatnya mencapai impian tersebut. Kalau perlu dengan bantuan gambar/foto. Misalnya jika impian anda adalah memiliki mobil BMW 302i, miliki foto/gambar mobil tersebut dan bayangkan betapa nikmatnya saat anda mengendarainya. Kalau perlu anda pergi ke show room nya, melakukan test drive atau memiliki brosurnya terlebih dahulu.

3. Uji impian anda, apakah sudah SMART ?
Tinjau apakah impian itu sudah memenuhi kriteria SMART, yaitu :
- Specific : dapat diuraikan secara terinci
- Measureable : bisa diukur dengan pasti, misalnya dengan waktu, uang, dll.
- Achievable : masih ada kemungkinan untuk dicapai
- Realistic : realistis, tidak mengada-2
- Timeable : bisa ditentukan berapa lama waktu pencapaiannya
-> Jika impian belum SMART, evaluasi lagi impian anda dan revisi dengan kembali ke langkah 2 (tentukan impian anda dengan jelas)
-> Jika impian sudah SMART, yakinkan pada pikiran bawah sadar anda, aliran darah anda, seluruh sel-sel di tubuh anda, bahwa anda pasti akan mendapatkannya. Anda bisa melakukan affirmasi atau kekuatan law of attraction.

4. Buat “peta perjalanan” menuju impian anda
Susun langkah-langkah kecil yang harus dilakukan dan target antara yang akan dicapai di tiap tahap yang dilalui. Jika semua langkah dan target antara itu disusun dengan jelas akan membentuk sebuah “peta perjalanan” menuju impian anda.

5. Tentukan “Alat/Sistem/Kendaraan” untuk mencapai impian anda
Pilih alat atau sistem atau cara dengan apa anda akan menempuh “peta perjalanan” anda. Pastikan bahwa dengan menggunakan alat/sistem/cara tersebut akan menjamin anda berhasil melangkah melalui setiap tahapan dalam “peta perjalanan” dan pada akhirnya menghantarkan anda mencapai impian.

6. Fokuskan semua pikiran dan tindakan nyata untuk mencapainya
Ubah sikap diri anda ! Mulai sekarang, semua sikap, tindakan dan pikiran di fokuskan pada skenario “peta perjalanan” mencapai impian anda. Evaluasi setiap tindakan yang akan anda lakukan, “Apakah sesuai dengan skenario tersebut ?” Jika tidak, jangan lakukan ! Jika ya, lakukan saat ini juga ! (action now !) Tidak ada kompromi penundaan waktu.

7. Selesaikan sesuai rencana
Mungkin dalam perjalanan mencapai impian anda akan mengalami banyak kegagalan dan kekecewaan. Tetapi apapun yang terjadi, anda harus selesaikan semua sesuai dengan rencana. Ingat, tidak perduli di langit ke berapa anda menggantungkan impian, pasti anda bisa mencapainya. Hal ini sudah dibuktikan oleh banyak sekali orang sukses di dunia. Tinggal diperlukan 1 orang lagi membuktikannya, yaitu Anda !

8. Jika impian telah tercapai, buat impian baru yang lebih besar (kembali kelangkah 1)
Jika anda melakukan 8 langkah ajaib tersebut terus menerus dalam hidup anda, jangan kaget kalau pada suatu saat anda tersadar, anda sudah berada di langit kesuksesan di mana impian demi impian telah anda raih. (Victor Asih)

Selasa, 20 April 2010

Meraih Untung dari Kerajinan Tas Lidi


Dari masa ke masa, tas menjadi perlengkapan tak terpisahkan bagi kaum hawa. Dalam setiap aktivitasnya, perempuan selalu menenteng barang satu ini. Jangan heran jika produsen tas juga rajin menggelontorkan model baru ke pasar.
Bahkan, untuk membuat produk ini berbeda, tak jarang produsen melakukan pelbagai inovasi. Salah satunya, membuat tas dari bahan sapu lidi. Salah satu produsennya adalah Sutarpi (Butik Tas).
Ide membuat tas dari lidi ini terbersit dui benak Sutarpi saat ia mencari bahan baku tas yang lebih murah. “Ketika krisis, saya mencari ide mendapatkan bahan baku tas yang murah,” tutur perempuan yang telah menggeluti usaha produksi tas sejak 1994 ini.
Bermodalkan duit Rp 1 juta buat membeli batang-batang lidi, sejak awal 2008, perempuan berusia 35 tahun ini mulai menjalankan produksi tas berbahan baku lidi.
Dibantu empat orang karyawan, Sutarpi merangkai batang-batang lidi menjadi sebuah tas. Tentu, batang lidi itu sebelumnya telah diwarnai agar lebih menarik. Di kawasan Wirobrajan, Yogyakarta, Sutarpi mulai memperkenalkan tas lidi buatannya itu ke masyarakat.Meski terbilang barang baru, ternyata banyak yang kecantol dengan tas lidi Sutarpi.
Dalam waktu singkat, ia bisa meraup omzet Rp 300.000 sehari dari jualan tas lidi. “Ini kan jenis baru. Jadi, banyak orang suka dengan tas lidi saya,” katanya.
Permintaan yang terus meningkat memaksa Sutarpi menambah jumlah karyawannya menjadi enam orang. Bahkan, ia kadang harus menambah jumlahnya menjadi 10 orang, jika ada pesanan dalam jumlah besar.
Sejauh ini, Sutarpi relatif tidak menemui kesulitan soal pasokan bahan baku. Sebab, selain harga lidi relatif murah, barangnya juga mudah didapat. “Saya membelinya di pasar,” ujarnya.
Bicara soal pemasaran, Sutarpi menggunakan dua cara: tradisional dan modern. Cara tradisional adalah dengan menjajakan sendiri barang dagangannya hingga menitip ke kios. Sedangkan cara modern, ia memasarkan produknya lewat dunia maya. “Tapi, selama ini, promosi lewat internet masih belum maksimal,” akunya.
Bagi Anda yang tertarik mencoba bisnis atau ingin membuka Butik Tas lidi ini, ada beberapa tip menarik dari Sutarpi.
Pertama, siapkan modal minimal Rp 1 juta buat membeli bahan baku lidi. “Perkiraan saya, uang segitu mampu memproduksi hingga 50 tas lidi per hari,” ujar Sutarpi.
Kedua, cari pekerja yang ulet dan mahir merangkai lidi menjadi tas nan apik. Maklum, membuat tas ini cukup sulit.
Ketiga, Anda harus jeli melihat selera pasar yang mudah berubah. “Makanya, sekarang saya memadukan bahan lidi dengan aksesori akar wangi, enceng gondok, dan bahan lainnya,” papar Sutarpi.
bisniskeuangan.kompas.com

Sabtu, 25 April 2009

Sejarah Suku Simalungun

Terdapat berbagai sumber mengenai asal usul Suku Simalungun, tetapi sebagian besar menceritakan bahwa nenek moyang Suku Simalungun berasal dari luar Indonesia.
Kedatangan ini terbagi dalam 2 gelombang :

1. Gelombang pertama (Proto Simalungun), diperkirakan datang dari Nagore (India Selatan) dan pegunungan Assam (India Timur) di sekitar abad ke-5, menyusuri Myanmar, ke Siam dan Malaka untuk selanjutnya menyeberang ke Sumatera Timur dan mendirikan kerajaan Nagur dari Raja dinasti Damanik.

2. Gelombang kedua (Deutero Simalungun), datang dari suku-suku di sekitar Simalungun yang bertetangga dengan suku asli Simalungun.
Pada gelombang Proto Simalungun di atas, Tuan Taralamsyah Saragih menceritakan bahwa rombongan yang terdiri dari keturunan dari 4 Raja-raja besar dari Siam dan India ini bergerak dari Sumatera Timur ke daerah Aceh, Langkat, daerah Bangun Purba, hingga ke Bandar Kalifah sampai Batubara.
Kemudian mereka didesak oleh suku setempat hingga bergerak ke daerah pinggiran danau Toba dan Samosir.
Terbentuknya Simalungun
Pada kerajaan Nagur di atas, terdapat beberapa panglima (Raja Goraha) yaitu masing-masing bermarga:
• Saragih
• Sinaga
• Purba
Kemudian mereka dijadikan menantu oleh Raja Nagur dan selanjutnya mendirikan kerajaan-kerajaan:
• Silou (Purba Tambak)
• Tanoh Djawa (Sinaga)
• Raya (Saragih)

Selama abad ke-13 hingga ke-15, kerajaan-kerajaan kecil ini mendapatkan serangan dari kerajaan-kerajaan lain seperti Singhasari, Majapahit, Rajendra Chola (India) dan dari Sultan Aceh, Sultan-sultan Melayu hingga Belanda.
Selama periode ini, tersebutlah cerita “Hattu ni Sapar” yang melukiskan kengerian keadaan saat itu di mana kekacauan diikuti oleh merajalelanya penyakit kolera hingga mereka menyeberangi “Laut Tawar” (sebutan untuk Danau Toba) untuk mengungsi ke pulau yang dinamakan Samosir yang merupakan kependekan dari Sahali Misir (bahasa Simalungun, artinya sekali pergi).

Saat pengungsi ini kembali ke tanah asalnya (huta hasusuran), mereka menemukan daerah Nagur yang sepi, sehingga dinamakanlah daerah kekuasaan kerajaan Nagur itu sebagai Sima-sima ni Lungun, bahasa Simalungun untuk daerah yang sepi, dan lama kelamaan menjadi Simalungun. (M.D Purba, 1997)

Kehidupan masyarakat Simalungun
Sistem mata pencaharian orang Simalungun yaitu bercocok tanam dengan jagung, karena padi adalah makanan pokok sehari-hari dan jagung adalah makanan tambahan jika hasil padi tidak mencukupi. Jual-beli diadakan dengan barter, bahasa yang dipakai adalah bahasa dialek. “Marga” memegang peranan penting dalam soal adat Simalungun. Jika dibandingkan dengan keadaan Simalungun dengan suku Batak yang lainnya sudah jauh berbeda. Di Tapanuli sudah berdiri sekolah-sekolah, rumah sakit, dan sekolah-sekolah keterampilan lainnya sehingga sistem kehidupan Tapanuli lebih maju.
Kepercayaan

Patung Sang Budha menunggang Gajah koleksi Museum Simalungun, yang menunjukkan pengaruh ajaran Budha pada Masyarakat Simalungun.
Sebelum masuknya Misionaris Agama Kristen dari RMG pada tahun 1903, penduduk Simalungun bagian timur pada umumnya sudah banyak menganut agama Islam sedangkan Simalungun Barat menganut animisme. Ajaran Hindu dan Budha juga pernah mempengaruhi kehidupan di Simalungun, hal ini terbukti dengan peninggalan berbagai patung dan arca yang ditemukan di beberapa tempat di Simalungun yang menggambarkan makna Trimurti (Hindu) dan Sang Budha yang menunggangi Gajah (Budha).

Bila diselidiki lebih dalam suku Simalungun memiliki berbagai kepercayaan yang berhubungan dengan pemakaian mantera-mantera dari “Datu” (dukun) disertai persembahan kepada roh-roh nenek moyang yang selalu didahului panggilan kepada Tiga Dewa, yaitu Dewa di atas (dilambangkan dengan warna Putih), Dewa di tengah (dilambangkan dengan warna Merah), dan Dewa di bawah (dilambangkan dengan warna Hitam). 3 warna yang mewakili Dewa-Dewa tersebut (Putih, Merah dan Hitam) mendominasi berbagai ornamen suku Simalungun dari pakaian sampai hiasan rumahnya.
Sistem pemerintahan di Simalungun dipimpin oleh seorang Raja, sebelum pemberitaan Injil masuk Tuan Rajalah yang sangat berpengaruh. Orang Simalungun menganggap bahwa anak Raja itulah Tuhan dan Raja itu sendiri adalah Allah yang kelihatan.

Marga-Marga
Harungguan Bolon
Terdapat empat marga asli suku Simalungun yang populer dengan akronim SISADAPUR, yaitu:
• Sinaga
• Saragih
• Damanik
• Purba
Keempat marga ini merupakan hasil dari “Harungguan Bolon” (permusyawaratan besar) antara 4 raja besar untuk tidak saling menyerang dan tidak saling bermusuhan (marsiurupan bani hasunsahan na legan, rup mangimbang munssuh).

Keempat raja itu adalah:
1. Raja Nagur bermarga Damanik
Damanik berarti Simada Manik (pemilik manik), dalam bahasa Simalungun, Manik berarti Tonduy, Sumangat, Tunggung, Halanigan (bersemangat, berkharisma, agung/terhormat, paling cerdas).
Raja ini berasal dari kaum bangsawan India Selatan dari Kerajaan Nagore. Pada abad ke-12, keturunan raja Nagur ini mendapat serangan dari Raja Rajendra Chola dari India, yang mengakibatkan terusirnya mereka dari Pamatang Nagur di daerah Pulau Pandan hingga terbagi menjadi 3 bagian sesuai dengan jumlah puteranya:
• Marah Silau (yang menurunkan Raja Manik Hasian, Raja Jumorlang, Raja Sipolha, Raja Siantar, Tuan Raja Sidamanik dan Tuan Raja Bandar)
• Soro Tilu (yang menurunkan marga raja Nagur di sekitar gunung Simbolon: Damanik Nagur, Bayu, Hajangan, Rih, Malayu, Rappogos, Usang, Rih, Simaringga, Sarasan, Sola)
• Timo Raya (yang menurunkan raja Bornou, Raja Ula dan keturunannya Damanik Tomok)
Selain itu datang marga keturunan Silau Raja, Ambarita Raja, Gurning Raja, Malau Raja, Limbong, Manik Raja yang berasal dari Pulau Samosir dan mengaku Damanik di Simalungun.

2. Raja Banua Sobou bermarga Saragih
Saragih dalam bahasa Simalungun berarti Simada Ragih, yang mana Ragih berarti atur, susun, tata, sehingga simada ragih berarti Pemilik aturan atau pengatur, penyusun atau pemegang undang-undang.
Keturunannya adalah:
• Saragih Garingging yang pernah merantau ke Ajinembah dan kembali ke Raya.
• Saragih Sumbayak keturunan Tuan Raya Tongah, Pamajuhi, dan Bona ni Gonrang.
Saragih Garingging kemudian pecah menjadi 2, yaitu:
• Dasalak, menjadi raja di Padang Badagei
• Dajawak, merantau ke Rakutbesi dan Tanah Karo dan menjadi marga Ginting Jawak.
Walaupun jelas terlihat bahwa hanya ada 2 keturunan Raja Banua Sobou, pada zaman Tuan Rondahaim terdapat beberapa marga yang mengaku dirinya sebagai bagian dari Saragih (berafiliasi), yaitu: Turnip, Sidauruk, Simarmata, Sitanggang, Munthe, Sijabat, Sidabalok, Sidabukke, Simanihuruk.
Ada satu lagi marga yang mengaku sebagai bagian dari Saragih yaitu Pardalan Tapian, marga ini berasal dari daerah Samosir.